Tuesday, December 19, 2017

ILMU FIQH: SYAHADAH SEBAGAI LANDASAN IBADAH

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Islam merupakan suatu aturan yang dibangun dengan lima dasar, yaitu terdiri dari syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Kelima dasar atau rukun Islam ini merupakan penopang kokohnya agama.Agama (Al-din) menurut bahasa adalah ketaatan, peribadatan, pembalasan, dan perhitungan.Sedangkan pengertian agama menurut syariat adalah apa-apa yang disyariatkan oleh Allah yang berupa hukum-hukum atas Nabi-Nya.Dengan demikian perlu adanya perhitungan dalam melakukan peribadatan sehingga dapat dikategorikan sebagai ketaatan kepada Allah.


Kalimat syahadat tidak lain adalah kalimat tauhid yang menggabungkan dan mengandung makna keimanan hakiki. Kalimat ini adalah tanda keIslaman dan dasarnya. Syahadat menjadi yang paling pertama dan utama bagi umat manusia. Syahadat menjadi rukun Islam yang pertama, mengawali segala ibadah yang di laksanakan setelahnya.

Syahadat mengandung makna ikrar akan keimanan kepada Allah dan kepada Nabi-Nya Muhammad saw. sehingga untuk melakukan segala bentuk peribadatan harus dimulai dengan syahadat. Syahadat merupakan pintu masuknya seorang mukallaf dalam Islam, sehingga untuk dapat diterimanya ketaatan dan peribadatan oleh Allah maka mukallaf harus bersyahadat (berikrar) bahwa tiada tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Oleh sebab itu perlu didahulukannya syahadat dari semua bentuk peribadatan, karena syahadat merupakan syarat sahnya amalan sesudahnya yaitu shalat, zakat, puasa, haji, dan yang lainnya.

Syahadat merupakan ilmu dan keyakinan yang di dalamnya terkandung seluruh ilmu baik itu yang alamiyah maupun yang ilmiyah semuanya bersumber pada dua kalimat syahadat.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa definisi Syahadat ?
2.      Apa syarat syahadat ?
3.      Bagaimana implementasi syahadat dalam kehidupan ?
4.      Apa sebab yang membatalkan syahadat ?
5.      Bagaimana aktulaisasi syahadat dalam ibadah dan muamalah ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.       Definisi Syahadat
Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama. Syahadat artinya mengaku tidak ada Tuhan yang wajib disembah, melainkan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah. Yaitu ucapan Asyhadu Alla Ilaha Illalloh Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasululloh (aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan-Nya).

Maknanya adalah beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya seolah-olah orang muslim mengatakan:
1.      Aku bersaksi kepada Alloh bahwa Dia adalah Tuhan Yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku mendustakan semua jenis patung dan berhala, serta yang disembah selain Alloh.
2.      Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah penutup para Nabi dan Rasul. Disini seorang muslim beriman kepada seluruh Rasul dan mengakui bahwa Muhammad adalah penutup para Nabi dan beliau merupakan Nabi terakhir. Selain itu, ia juga beriman bahwa Islam adalah penutup seluruh agama.
Syahadat menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu syahida yang artinya telah bersaksi. Arti secara harfiah syahadat adalah memberikan persaksian, memberikan ikrar setia dan memberikan pengakuan.

Terdiri 2 kalimat persaksian yang disebut dengan Syahadatain, yaitu:
1.    Asyhadu An-laa Ilaaha Illallaah yang artinya saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah
2.    Wa Asyhadu Anna Muhammada Rasuulullaah yang artinya dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Pernyataan kalimat syahadat dengan lisan paling tidak diucapkan satu kali seumur hidup sebagai pernyataan hati secara resmi, sebagai pernyataan awal sebagai pemeluk agama Islam. Sebagai konsekuensinya setiap muslim dikenai kewajiban berikutnya, yang masing-masing mempunyai ketentuan yang khusus bagi setiap macam ibadah. Sementara itu dalam kenyataan seorang muslim yang baik tidak hanya mengucapkan sekali saja ucapan syahadat, sebab setiap menunaikan shalat akan diulangi berkali-kali bacaan syahadat itu.Rukun Iman yang paling fundamental yang diajarkan oleh Alloh adalah keesaan Alloh (Tauhid).

Hal ini diekspresikan dalam kalimat syahadat pertama yang berbunyi Laa Ilaha Illalloh, yang berarti “tidak ada Tuhan selain Alloh.” Ekspresi iman ini membedakan orang muslim sejati dengan orang kafir (yang tidak beriman). Hal ini penting sekali karena ekspresi itu membebaskan konsep tauhid (keesaaan Alloh) dari semua ketidaksucian dan menjadikannya suci, sederhana, dan terlepas dari setiap bahaya syirik.

B.       Syarat Sahadat
Ketika mengucap dua kalimat syahadat haruslah dengan bersungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan. Dengan begitu orang yang belum Islam masuk ke dalam Islam, dan wajiblah mengerjakan rukun Islam. Agar menjadi seorang yang bertauhid harus memenuhi tujuh syarat :
1)      Ilmu, yaitu mengetahui makna dan maksud dari kalimat syahadat baik dalam hal itsbat (menetapkan) maupun nafy (menafikkan). Maka tiada yang berhak disembah selain Allah.
2)      Yakin, yaitu meyakini engan seyakin-yakinnya akan komitmen dari kalimat syahadat.
3)      Menerima dengan hati dan lisan segala konsekuensinya
4)      Tunduk dan patuh kepada segala yang dikehendakinya
5)      Benar dalam mengatakannya
6)      Ikhlas dalam melakukannya tanpa dicampuri riya
7)      Mencintai kalimat syahadat atau tauhid ini dengan segala konseuensinya.


Keutamaan syahadat atau kalimat tauhid
1)      Allah akan menghapus dosa-dosanya
2)      Allah akan mmenghilangkan kesulitan dan kesedihan di dunia dan akhirat
3)      Allah akan menjadikan dan menghiasi dalam hatinya rasa cinta kepada iman serta menjadikan di dalam hatinya rasa benci kepada kekafiran,kefasikan, dan kedurhakaan.
4)      Syahadat akan mencegah seorang muslim kekal di neraka
5)      Syahadat merupakan penentu diterima atau ditolaknya amal manusia
6)      Tauhid merupakan satu-satunya sebab untuk mendapatkan ridho Allah, dan orang yang paling bahagia dengan syafaat nabi adalah orang yang mengucapkan laa ilaahaillallah dengan penuh keikhlasan dari dalam hetinya
7)      Allah menjamin akan masuk surga
8)      Allah akan memberikan kemenangan, pertolongan, kejayaan, dan kemuliaan
9)      Allah akan memberikan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

C.       Syahadat dan Impletasinya di Kehidupan
Konsep awal dari tauhid adalah menempatkan Allah sebagai Rabb. Allah telah menciptakan alam semesta sebagai khaliq (pencipta), dan kita adalah makhluk (yang diciptakan). Sehingga, manusia harus tunduk pada penciptanya, konsep ni merupakan konsep paling pokok dalam aqidah, sehigga jika seseorang belum mengimani halini ia tidak dapat di anggap sebagai seorang muslim yang lurus.

Akan tetapi, konsep tauhid dalam tataran yang lebih luas tidak cukup hanya dengan membenarkan bahwa Allah itu maha esa. Tauhid sejatinya memerlukan manifestasi dalam realitas empiris.

Adapun hal-hal yang dapat mengurangi sikap tauhid yaitu :
1)   Penyakit riya
2)   Penyakit ananiah (egoism)
3)   Penyakit takut dan bimbang
4)   Penyakit dzalim
5)   Penyakit dengki
6)   Penyakit

D.       Pembatal Syahadat
1)        Berbuat syirik kepada Allah
Seperti firman Allah SWT pada surah an-nisa ayat:48
“sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”

2)        Orang yang menjadikan antara dia dan Allah SWT
3)        Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik
4)        Orang yang meyakini bahwa ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Allah
5)        Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa Rasulullah
6)        Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul
7)        Sihir,
8)        Mendukung kaum musyrikin dan menolong merekan dalam memusuhi umat Islam
9)        Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad
10)    Berpaling dari agama Allah SWT

E.       Aktualisasi Syahadat Dalam Ibadah dan Muamalah
Aktualisasi syahadat dalam ibadah dan muamalah yakni sebagai berikut :
1)      Syahadat sebagai inti ajaran Islam
Apabila syahadat yang merupakan inti ajaran Islam sudah menancap dalam dirinya sebagai akidah, maka berubah pula seluruh aspek kehdupannya.
2)      Syahadatain sebagai asas perubahan
Syahadat inilah yang akan selalu memompa semangat umat Islam untuk selalu membuat perubahan yang lebih baik.
3)      Syahadat sebagai hakikat dakwah para rasul
Syariat yang dibawa rasul dapat berbeda-beda namun intinya tetap sama yaitu beriman kepada Allah dan menjauhi larangannya.
4)      Syahdat sebagai keutamaan yang agung
Syahadat dapat menyelamatkan dari azab Allah di dunia dan akhirat. Juga menjadi sebab terhapusnya dosa dan maksiat serta sebab masuknya seseorang kedalam surga.

F.        Posisi Syahadat
1)   Syahadat menempati urutan pertama dalam rukun Islam
2)   Tanpa syahdat, rukun Islam lainnya akan runtuh, begitu juga dengan rukun iman.
3)   Tegaknya Islam mesti didahului oleh tegaknya rukun Islam, dan tegaknya rukun Islam pasti didahului oleh tegaknya syahadat
4)   Rasulullah SAW.mengisyaratkan bahwa Islam itu bagaikan sebuah bangunan.
5)   Untuk berdirinya bangunan Islam itu harus di topang oleh 5 tiang pokok yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, haji.

BAB III
PENUTUPAN

Sebagaimana kita telah ketahui , dua kalimat syahadat terdiri dari : (a) syahadat awal Laa ilaaha illallah ( tiada tuhan selain Allah), (b) syahadat tsani, yakni berisi kerasulan Muhammad Saw. Dua kalimat syahadat itu merupakan pembatas antara daerah kekufuran dan keimanan.Kalimat itu pulalah yang menjadi pintu gerbang masuknya seseorang dari daerah kafir ke daerah iman. Serta menjadi landasan dalam beribadah.

DAFTAR PUSTAKA
Abduh, Syekh Muhammad. Risalat’ut Tuahid. Jakarta: Bulan Bintang. 1963.
Al-Utsmani, Syikh Muhammad bin Shalih. Syarah Tsalatsatul Ushul.Riyadh: darul Tsarya. 1997.
Sulaiman Abdullah al-Asyqar, Umar. Serial Akidah & Rukun Islam Berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i. 2014.

No comments:

Post a Comment