Monday, December 4, 2017

Rasanya Sudah Kerja Keras Tapi Hasilnya Gitu-Gitu Saja? Mungkin ini sebabnya

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Kerja Keras Bukan Jaminan Sukses? Yang saya post pada 2 Oktober 2017. Kali ini artikel dengan tema yang sama saya ambil dari laman suksesoptimis.com. Berawal dari notifikasi email, akhirnya saya klik dan baca, kemudian post ulang. Semoga bermanfaat.

Search Gooogle

Suatu ketika ada seorang raja yang mengutus tiga orang untuk mengambil benda yang sangat penting di puncak sebuah gunung. Namun ketiga orang tersebut tidak berangkat bersama-sama, karena sang raja mempersilahkan mereka meraih puncak dengan cara masing-masing. Dan yang tercepat mengambil benda itu akan mendapat hadiah berupa sekantung emas.

Utusan pertama langsung pergi begitu mendengar hadiah sekantung emas. Lalu disusul utusan kedua dan ketiga.

Setelah satu minggu lamanya, utusan ketiga sudah kembali dengan membawa barang yang diinginkan raja. Sementara kedua utusan lainnya (baca: utusan pertama dan kedua) belum ada kabar. Jelas, utusan ketiga-lah yang mendapat hadiah sekantung emas dan membuatnya jadi kaya.

Tiga bulan kemudian utusan kedua datang dengan kondisi tubuh yang kelelahan. Lantas lapor kepada sang raja, bahwa barangnya sudah tidak ada.

“Jelas tidak ada, karena sudah diambil utusan ketiga. Dia hanya butuh waktu 1 minggu.” jelas sang raja.

“Apa? Hanya 1 minggu? Bagaimana caranya? Jangan-jangan dia memakai sihir?” tanya utusan kedua.

“Nanti kita jelaskan bersama setelah utusan ketiga sampai.” jawab raja.

Setelah 1 tahun tidak ada kabar, akhirnya sang raja mendapat surat dari utusan pertama yang isinya:
“Mohon maaf paduka raja, saya sudah mencoba 3 gunung tapi belum juga menemukan benda yang paduka inginkan. Saya tidak akan pulang sebelum menemukan benda itu, kecuali sudah ditemukan utusan lainnya.”

Sang raja pun langsung membalas suratnya dan menyuruh pulang karena benda yang dicari sudah ada.

Kemudian ketiga utusan berkumpul untuk melakukan evaluasi bersama sang raja. “Utusan pertama,  kamu sampai 1 tahun tidak mendapatkan benda ini, apa yang terjadi?” tanya raja.

“Begini paduka, karena saya ingin cepat mendapatkan benda itu, saya langsung pergi begitu mendengar titah paduka. Saya langsung menuju gunung-gungung terdekat untuk mencari benda itu. Baru 3 gunung yang saya tuju, seandainya paduka tidak memanggil, saya mencoba gunung ke 4.” Jelas utusan pertama.

“Kenapa harus mencari di banyak gunung? Kedua utusan lain hanya mencari di 1 gunung.” tanya raja.

“Karena saya tidak tahu benda itu berada di gunung apa.”

“Kenapa kamu tidak bertanya dulu seperti dua utusan lainnya?”

Utusan tersebut hanya terdiam.

“Kamu sudah bekerja keras, tetapi apa yang kamu lakukan itu tindakan yang tidak jelas. Kamu melakukan sesuatu yang belum diketahui kejelasannya. Utusan kedua meski dia terlambat tapi dia mencari di gunung yang tepat. Karena dia bertanya dulu di gunung apa.” jelas raja.

“Sekarang, utusan kedua, kamu sudah mencari di gunung yang tepat. Tapi kenapa begitu lama? Sampai 3 bulan baru kembali, padahal utusan ketiga hanya 1 minggu.” tanya raja pada utusan kedua.

“Saya berusaha secepat mungkin paduka. Saya langsung mengambil peralatan untuk membuat jalan agar bisa sampai ke puncak. Ternyata cukup lama, sampai 3 bulan lamanya. Setibanya di puncak benda itu sudah tidak ada.” jelas utusan kedua.

“Baik, sekarang saya tanya utusan ketiga. Bagaimana cara kamu bisa sampai ke puncak hanya dalam 1 minggu?”

“Mohon maaf paduka, seharusnya 4 hari saya sudah bisa menyerahan benda itu. Tapi karena ketidaktahuan saya, saya bertanya ke penduduk sekitar bagaimana cara termudah dan cepat menuju puncak. Saya belajar dulu pada penduduk yang sudah tahu cara ke puncak. Setelah itu membuat peta dan rencana untuk pergi ke puncak.” jelas utusan ketiga.

Poin penting dari cerita di atas:
·      Utusan pertama: Asal bertindak. Belum tahu gunung mana yang di tuju sudah ngeloyor tanpa bertanya dahulu.
·       Utusan kedua: Bertindak dengan cara sendiri. Belum tahu jalan menuju puncak tapi tidak mau bertanya kepada yang sudah tahu.
·        Utusan ketiga: Sudah bagus. Tidak tahu tapi mau bertanya dan belajar. Maka layak mendapat hadiah.


Kira-kira begitu penyebab Sudah Kerja Keras Tapi Hasil Masih Gitu-gitu Saja. Pertama, kita tidak tahu tujuan apa yang ingin kita capai dan tidak mau membuat tujuan. Kedua, tidak mau bertanya dan belajar kepada orang yang sudah tahu atau ahli dibidangnya. Bertanya adalah awal dari pengetahuan. Kita bisa tahu sesuatu karena kita bertanya, kita mempertanyakan: apa, bagaimana, berapa, siapa, kapan, dimana, apakah, dll. Setelah tahu baru membuat tujuan dan menyusun rencana. Action!

No comments:

Post a Comment