Wednesday, October 18, 2017

Tentang: Konflik dalam Dinamika Kelompok

Pengertian Konflik Dinamika Kelompok
Konflik dalam dinamika kelompok mencakup tentang mempertahankan pendapat diri sendiri agar pendapatnya dapat diterima sebagai keputusan akhir. Namun untuk memenangkan pendapatnya seseorang tersebut harus mencari kelemahan pada pendapat orang lain.

Faktor terjadinya konflik dalam dinamika kelompok
Faktor penyebab konflik menurut Smith, Mazzarela dan Piele antara lain:
1.    Masalah komunikasi
Merupakan salah satu faktor penyebab konflik yang bersumber dari komunikasi, pesan, penerima pesan dan saluran
2.    Struktur organisasi
Merupakan salah satu faktor penyebab konflik yang secara potensial dapat memunculkan konflik pada setiap departmen atau fungsi dalam organisasi mempunyai kepentingan, tujuan dan programnya
3.    Faktor manusia
Merupakan salah satu faktor penyebab konflik yaitu dari sifat manusia satu dengan yang lain berbeda.

Jenis-jenis konflik
1.    Negative conflict
Konflik ini merupakan konflik yang terjadi pada suatu kelompok yang biasanya dihindari atau disembunyikan. Negative konflik ini menyebabkan kemunduran pada suatu kelompok. Contohnya perselisihan yang terjadi didalam suatu kelompok akan menyebabkan kinerja pada suatu kelompok tersebut menjadi buruk.
2.    Positive conflict
Konflik ini merupakan konflik yang memberikan ruang untuk para anggotanya agar kelompok tersebut bisa menjadi lebih berkembang. Contohnya persaingan antar anggota kelompok untuk mendapatkan hasil terbaik sehingga nantinya mampu membawa kelompok tersebut menjadi kelompok yang lebih baik karena anggota kelompoknya termotivasi untuk bekerja.

Perbedaan negative conflict dan positive conflict
Negative Conflict
Positive Conflict
Membawa kehancuran
Memandang konflik sebagai bagian dari penyelesaian
Dihindari, disembunyikan
Mencari tahu dan mendorong konflik
Individu mencoba untuk “menang”
Individu mencoba untuk menyelesaikan masalah
Menciptakan kecemasan dan keadaan defensif
Menciptakan kegembiraan, minat dan fokus
Memandang konflik sebagai sebuah masalah
Dapat mempelajari banyak nilai dari konflik


Penyelesaian konflik
1.    Mengeluarkan dan membicarakan kesulitan
Apabila ada masalah yang mengganggu jangan disimpan sendiri, sebaiknya didiskusikan dalam kelompok
2.    Menghindari kesulitan untuk sementara waktu
Untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah yang sulit, terkadang kita butuh waktu sejenak untuk meninggalkan masalah tersebut. Karena apabila kita tetap bersitegang dalam menyelesaikan maslah tersebut kita tidak akan menemukan jalan keluarnya.
3.    Menyalurkan kemarahan
Dalam menyelesaikan suatu masalah kita sebaiknya meredam kemarahan terlebih dahulu dengan menyibukkan diri sendiri agar kita lebih mampu menghadapi kesulitan dengan lebih intelegen dan rasional.
4.    Bersedia menjadi pengalah yang baik
Dalam sebuah penyelesaian suatu masalah sebaiknya kita tidak bersikap keras kepala dan bersedia untuk mengalah jika ada pendapat lain yang lebih rasional dan benar.
5.    Berbuat suatu kebaikan untuk orang lain dan maupun sosialitas atau kesosialan
Untuk menyelesaikan sebuah konflik kita perlu berbuat baik dengan anggota kelompok yang lain. Hal tersebut dapat menumbuhkan harga diri, rasa berpartisipasi dan bisa memberikan arti atau suatu nilai kehidupan juga memberikan rasa kepuasan dan keindahan karena kita merasa berguna.

Cara pencegahan terjadinya konflik :
1.   Elimination: yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain: kami mengalah,kami keluar an sebagainya.
2.   Subjugation dan domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya.
3.    Majority rule, yaitu suara terbanyaak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.  Minority consent yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan disapakati untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.
5.  Integrasi yaitu mendiskusikan,menelaah dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.

Sumber:
Sopiah, 2008. Perilaku Organisasional. Penerbit CV ANDI OFFSET: Yogyakarta
Johnson, W. F. & Johnson, F. P. (2000). Joining together: group theory and group skills 11th ed. Tokyo: Allyn & Bacon, Inc.

No comments:

Post a Comment