Friday, October 20, 2017

Tentang: Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat (SSP) adalah salah satu dari dua bagian dari sistem saraf. Yang lainnya adalah sistem saraf perifer yang meliputi saraf pada organ, otot, lengan, dan kaki. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Masing-masing dilindungi oleh tulang tengkorak dan kolumna vertebralis. Sistem saraf pusat merupakan kumpulan dari struktur rumit yang meliputi bagian yang mengamil keputusan, membahas setiap macam informasi yang datang dari sekelilingnya, membuat pemahaman, dan semua kegiatan otak. Susunan saraf pusat merupakan sistem sentral pengontrol tubuh yang menerima, menginterpretasi, dan mengintegrasi semua stimulus, menyampaikan impuls saraf ke otot dan kelenjar, serta menciptakan aksi selanjutnya.


SSP adalah pusat kendali untuk seluruh tubuh dan mengatur bagaimana tubuh akan berfungsi.
SSP merupakan pusat pengolahan untuk sistem saraf yang menerima informasi dari dan mengirimkan informasi ke sistem saraf perifer. Sebagian besar sel-sel saraf yang panjang dan jumlahnya bermiliar-miliar, berkelompok dan membentuk sistem saraf peripheral (SSPh),. Sistem ini bekerja seperti sebuah pengantar sinyal. Informasi yang diambil dari setiap bagian tubuh (merasa, meraba, melihat, mendengar, posisi tubuh, nyeri, panas, getaran, dan lain-lain) diantarkan ke sistem saraf pusat. Kemudian, sistem saraf pusat mengeluarkan sinyal perintah yang akan dibawa ke otot atau cairan kelenjar yang terdiri dari kabel-kabel saraf.

Dalam sistem saraf pusat terdapat sistem berongga yang disebut ventrikel. Jaringan ventrikel di otak (ventrikel serebral) tersambung dengan saliran pusat sumsum tulang belakang. Ventrikel terisi dengan cairan serebrospinal yang diproduksi oleh epitel khusus yang terletak di dalam ventrikel dan disebut pleksus koroid. Cairan serebrospinal mengelilingi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari trauma serta membantu sirkulasi nutrisi ke otak.


Otak
Otak merupakan organ paling penting dari sistem saraf pusat karena otak merupakan pusat kendali tubuh. Otak berada di dalam tempat kosong dalam tengkorak (kranium). Kranium ini secara absolut tidak dapat bertambah volumenya terutama pada orang dewasa. Jaringan otak dilindungi oleh beberapa pelindung yaitu rambut, kulit kepala, tengkorak, selaput otak (meningens), dan cairan otak (liquor cerebro spinalis). Kulit kepala terdiri dari lima lapisan yang disebut sebagai scalp yaitu: (1) skin atau kulit, (2)connective tissue atau jaringan penyambung, (3) aponeurosis atau galea aponeuritika, (4) loose areolar tissue atau jaringan penunjang longgar, (5) perikranium. Tulang tengkorak terdiri dari tabula eksterna, diploe, dan tabula interna.

Selaput otak terdiri dari tiga lapisan:
1.     Durameter adalah meningens terluar yang merupakan gabungan dari dua lapisan selaput yaitu: lapisan bagian dalam (yang berlanjut ke durameter spinal) dan lapisan bagian luar (yang sebetulnya merupakan lapisan periosterum tengkorak). Lapisan bagian dalam akan melebar serta melekuk membentuk sekat-ssekat otak (falks, tentorium). Lapisan bagian luar merupakan jaringan fibrosa yang lebih adat dan mengandung vena serta arteri untuk memberi makan tulang. Gabungan kedua lapisan ini melekat erat dengan permukaan dalam tulang sehingga tidak ada celah diantaranya. Kedua lapisan durameter ini pada lokasi-lokasi tertentu akan terpisah dan membentuk rongga (sinus durameter) berisi darah vena serta berfungsi untuk drainasi otak. Dibawah durameter terdapata rongga subdural yang tidak berisi liquor cerebro spinalis.
2.       Arakhnoid merupakan lapisan tengah antara durameter dan piameter. Dibawah lapisan ini adalah rongga subarakhnoid yang mengandung trabekula dan dialiri liquor cerebro spinalis. Lapisan arakhnoid tidak memilik pembuluh darah, tetapi pada rongga subarakhnoid terdapat pembuluh darah.
3.   Piameter merupakan lapisan selaput otak yang paling dalam yang langsung berhubungan dengan permukaan jaringan otak serta mengikuti konvulusinya.

Di tempat-tempat tertentu, durameter membentuk sekat-sekat rongga kranium. Tentorium merupakan sekat yang membagi rongga kranium menjadi kompartemen supratentorial dan infratentorial (memisahkan postero-inferior hemisfer serebri dari serebelum). Tentorium berbentuk ssperti kubah. Bagian anterior melekat pada bagian depan prosesus klinoideus anterior dan posterior, melebar ke lateral dan melekat pada krista petrosa kanan dan kiri.

Semua proses di dalam tubuh kita dikontrol oleh otak. Disaat yang sama, otak bertanggung jawab terhadap proses-proses yang rumit, seperti pikiran, ingatan, indra perasa, dan kemampuan berbicara. Berat otak orang dewasa kira-kira 1,4 kg. Di dalam otak ada bermiliar-miliar sel-sel saraf. Pembuluh darah yang mengembangkan otak saat masuk ke dalam jaringan otak, menemui sebuah bentuk dinding khusus yang tidak akan dapat dilewati oleh unsur-unsur luar tanpa kontrol dari lapisan tersebut. Dengan demikian, sistem saraf yang merupakan organ yang sangat sensitif terlindungi dari unsur-unsur asing yang merugikan.

Otak manusia terdiri dari otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan.
Otak besar berperan dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaian dengan kepandaian, ingatan, kesadaran, dan pertimbangan.

Otak tengah terletak didepan otak kecil, bagian atas otak tengah berfungsi mengatur refleks mata dan pendengaran.

Otak kecil berfungsi mengatur koordinasi gerakan otot, keseimbangan dan posisi tubuh.

Sumsum lanjutan berfungsi menghubungkan sinyal dari sumsum tulang belakang ke otak. Ia juga melakukan kontrol pada proses pernapasan, tekanan darah, kecepatan detak jantung, pencernaan, bersin, batuk, dan berkedip.

Belahan kanan dan kiri otak besar memiliki peran yang berbeda. Belahan kiri bertanggung jawab terhadap proses bicara, membaca, menulis, dan kemampuan aritmatika, serta berperan dalam proses-proses yang rinci. Sedangkan pada belahan kanan bagian ini berperan dalam proses seni dan musik.

Sumsum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian tengah sumsum tulang belakang terdapat sebuah pipa tipis dan panjang. Pipa tersebut berisi penuh cairan berwarna kelabu yang berhubungan langsung dengan otak. Pada bagian kulit (korteks) pipa ini mengandung sel-sel saraf. Cairan otak dan sumsum tulang belakang memiliki materi yang sama, tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu berada di kulit (korteks), sedangkan materi putih berada di tengah. Pada sumsum tulang belakang, materi kelabu berada di tengah sedangkan materi putih berada di kortkes. Bagian luar berwarna putih disebut substansi alfa dan bagian dalam berwarna kelabu disebut substansi grissea.

Sumsum tulang belakang atau medulla spinalis berperan dalm pengaturan gerak refleks. Sumsum tulang belakang berfungsi mengantarkan sinyal komunikasi antara organ-organ tubuh dengan otak. Ketika terjasi benturan keras, bagian ini bertugas sebagai bantal air untuk melindungi otak.

Saraf sumsum tulang belakang dikelompokkan ke dalam bundel serabut saraf yang memiliki dua jalur berbeda. Saluran saraf naik membawa informasi sensorik dari tubuh ke otak, sedangkan saluran saraf turun mengirimkan informasi yang berkaitan dengan fungsi motorik dari otak ke seluruh tubuh.

Pada bagian dalam dibedakan menjadi akar ventral dan akar dorsal. Ventral adalah bagian yang mengarah ke perut, mengandung badan neuron motorik dan aksonnya menuju efektor sedangkan dorsal adalah bagian yang mengarah ke punggung dan mengandung badan neuron sensorik.


 Sumber:
Gul, Sema. 2007. Otak dan Sistem Saraf. Penerbit Yudhistira.
Kee, Joyce L., dan Evelyn R. Hayes. 1994. Farmakologi: Pendekatan Proses Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
Satyanegara. 2010. Ilmu Bedah Saraf. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yudhis. 2015. Sistem Saraf Pusat Dan Sistem Saraf Tepi.http://dokumen.tips/documents/sistem-saraf-pusat-dan-sistem-saraf-tepi.html. 10 Januari 2016


No comments:

Post a Comment