Sunday, August 27, 2017

Pengertian Parenting dan Gaya Pengasuhan Anak



Pengertian parenting (pola asuh anak) adalah proses membesarkan dan mendukung perkembangan fisik dan mental yang juga meliputi emosional, sosial, spiritual dan intelektual anak dari bayi hingga dewasa. Tentu saja tujuannya untuk menghasilkan generasi muda atau anak-anak yang cerdas, bukan saja cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional dan spiritualnya. Gaya pengasuhan anak pun memiliki peranan penting, anak yang mendapatkan pengasuhan yang baik, biasanya juga memiliki budi pekerti dan sopan santun yang baik dalam masyarakat.


Orang tua kandung biasanya memiliki peran paling penting dalam parenting, meskipun mungkin peran itu bisa dilakukan oleh kakak, nenek, bibi, paman atau anggota keluarga lainnya, atau bahkan seorang pengasuh atau asisten rumah tangga. Dalam kasus tertentu, seperti anak yatim piatu atau anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya menerima pengasuhan dari orang tua asuh. Ada yang diadopsi, diangangkat sebagai anak asuh, atau ditempatkan di panti asuhan.

Doc. http://drprem.com/parenting/family
Dalam proses parenting, gaya orangtua dalam mengasuh anak memilki banyak perbedaan. Gaya dalam pengasuhan anak itu akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari anak, sikap dan perilaku anak merupakan hasil dari sistem pengasuhan yang diterapkan orangtua. Kelas sosial, tingkat kesejahteraan, budaya orangtua dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang kuat pada metode parenting seperti apa yang diterapkan oleh orang tua. Berikut ini beberapa metode pengasuhan yang biasanya berkembang di masyarakat:

Gaya pengasuhan anak yang Otoriter
Gaya pengasuhan anak seperti ini sangat kaku karena memiliki segudang aturan ketat yang harus dituruti anak. Gaya parenting ini ada karena sikap orangtua yang otoriter. Mereka memberikan tuntutan yang tingi kepada anak danitu harus dipenuhi, disamping itu mereka sama sekali tidak peka terhadap kebutuhan emosional dan kasih sayang anak. Jika aturan mereka dilanggar, biasanya akan ada hukuman bagi anak. Hukumannya mungkin biasa, tapi secara psikologis anak terluka, karena biasanya tidak ada penjelasan logis bagi anak tentang mengapa ia bersalah, pokoknya "Karena saya bilang begitu, kamu harus mengikuti" atau “Kalau saya bilang salah, ya salah!” Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga atau lingkungan rumah bergaya otoriter, biasanya tampil kurang ceria, selalu murung, dan lebih rentan stres.

Baca Juga:Setiap Hari Anda Menghipnotis Anak-Anak Anda


Gaya pengasuhan anak yang Permisif
Gaya pengasuhan anak yang permisif cenderung memanjakan anak. Anak lebih bebas menetukan keinginannya dan mengemukakan pendapatnya. Dalam gaya parenting ini, peraturan orangtua sangat ringan bahkan cenderung memiliki pengawasan yang tidak ketat. Semua keinginan anak hampir semuanya dituruti dengan mudah, yang penting anak tidak mengalami kesulitan dan kesusahan. Anak-anak dari orangtua yang permisif pada umumnya anak-anak bahagia, tetapi mereka memiliki kontrol yang rendah terhadap diri sendiri dan tidak memiliki kemandirian yang baik.

Gaya pengasuhan anak yang Otoritatif
Mengenai gaya pengasuhan anak otoritatif, banyak psikolog terkenal yang mengatakan gaya ini adalah gaya yang tepat dalam metode parenting. Orangtua yang otoritatif lebih mengedepankan logika dan pikiran positif dan jarang menggunakan hukuman. Orang tua lebih bisa membaca perasaan dan kemampuan anak, dan orang tua juga mendukung perkembangan anak dalam banyak hal. Orangtua dan anak menjalin komunikasi yang sangat baik dengan kontrol dan dukungan yang seimbang. Dalam berhubungan dan mejalin kedekatan dengan anak, orang tua otoritatif melibatkan emosi, melibatkan hati. Penelitian menunjukkan bahwa gaya ini lebih menguntungkan daripada gaya otoriter yang terlalu keras atau gaya permisif yang terlalu lembut.

sumber:asuhanak.com

No comments:

Post a Comment