Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Monday, November 21, 2016

TEKNIK PENYIMPULAN KUALITAS HADIS

Dipresentasikan dalam kuliah Naqd al-Hadis

I.       PENDAHULUAN
Hadits Nabi merupakan sumber ajaran Islam, di samping Al-Qur’an. Dilihat dari periwayatannya, hadits Nabi berbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an semua periwayatan ayat-ayatnya berlangsung secara mutawatir, sementara hadits sebagian periwayatannya berlangsung secara mutawatir dan sebagian lagi berlangsung secara ahad. Dengan demikian, dilihat dari segi periwayatan, seluruh ayat Al-Qur’an tidak perlu dilakukan penelitian tentang orisinalitasnya. Sedangkan hadits Nabi, dalam hal ini yang berkategori ahad, diperlukan penelitian. Dengan penelitian itu akan diketahui, apakah hadits yang bersangkutan dapat dipertanggungjawabkan periwayatannya berasal dari Nabi ataukah tidak.[1]

JAM’UR RUWAH

Dipresentasikan dalam kuliah Nadq al-Hadis


I.                   PENDAHULUAN
Sebagai sumber Islam kedua, hadis berbeda dengan al-Qur’an yang semua ayatny diterima secara mutawatir. Sedang hadis sebagian periwayatannya berlangsung secara mutawatir dan sebagaian lagi ahad. Bahkan kodifikasi hadis yang resmi pun baru dirintis masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (w. 110 H/720 M) melalui usaha keras ulama Muhammad bin Muslin bin Syihab az-Zuhri (w. 124 H/742 M). Oleh karenanya penelitian terhadap orisinalitas hadis memang sangat diperlukan agar validitasnya sebagai hadis Nabi dapat dipertanggungjawabkan.[1]

I’TIBAR AL-SANAD

Dipresentasikan dalam kuliah Nadq al-Hadis

I.                   PENDAHULUAN
Al-Quran dan Hadits merupakan sumber hukum utama bagi umat Islam. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang berisi tentang firman-firmanNya yang disampaikan kepada Nabi Muhamad SAW melalui Jibril untuk diajarkan kepada umat manusia. Dilihat dari isi teksnya, makna Al-Quran ada yang masih bersifat global atau garis besar, meskipun tidak secara keseluruhannya. Untuk menjelaskan hal-hal yang masih bersifat garis besar tersebut diperlukanlah penjelas yang berupa hadits dari Nabi Muhammad Saw. Hadits yang merupakan segala berita yang berkenaan dengan sabda, perbuatan, taqrir dan hal ikhwal (segala sifat dan keadaan) Nabi Muhammad Saw, mempunyai fungsi menjelaskan dan menjabarkan segala keterangan-keterangan yang ada di dalam Al-Qur’an yang masih bersifat global atau garis besar yang perlu adanya penjelasan dalam pemahamannya atau pelaksanaannya.[1]

Sunday, November 20, 2016

ASAL USUL DAN LANGKAH LANGKAH PENELITIAN HADIS

Dipresentasikan dalam kuliah Naqd al-Hadis

I.              Pendahuluan
Hadis merupakan salah satu sumber hukum Islam yang harus dipahami. Namun sejak zaman sahabat hingga sekarang banyak hadis palsu maupun dhaif yang beredar luas di masyarakat, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat menimbulkan pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Sebab itu penting bagi setiap muslim untuk memilah hadis yang digunakan untuk sebagai dasar hukum dalam menjalankan syariat Islam.

PENTINGNYA PENELITIAN NAQD AL-HADIS


Dipresentasikan dalam kuliah Naqd al-Hadis

I.                   PENDAHULUAN
Hadis merupakan sumber hukum Islam yang pertama setelah Al-Qur’an. Selain berkedudukan sebagai sumber hukum, hadis juga berfungsi sebagai penjelas, perinci, dan penafsir Al-Qur’an. Oleh karena itu, keotentikan suatu hadis sangatlah penting untuk diketahui.
Untuk mengetahui otentik atau tidaknya suatu hadis, maka perlu adanya kritik hadis. Keotentikan suatu hadis perlu diteliti agar dapat diketahui kualitas daripada hadis tersebut. Mengingat tidak sedikit hadis-hadis palsu yang sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab guna memecah belah umat. Sehingga jika telah diteliti, kedudukan hadis tersebut dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya.

HADITS SHAHIH

Dipresentasikan dalam kuliah Ulumul Hadits

I.                               PENDAHULUAN
Hadits dilihat dari segi kualitasnya atau diterima dan tidaknya terbagi menjadi dua, yaitu Hadits Maqbul (hadits yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk diterimanya suatu hadits) dan Hadits Mardud (hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat atau sebagian syarat sebagai hadits maqbul). Hadits Maqbul  terbagi menjadi dua, yaitu Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad, yang shahih dan hasan baik lidzatihi maupun lighayrihi. Sedang Hadits Mardud ada satu, yaitu Hadits Dha’if.[1]

Tuesday, November 15, 2016

HADITS TENTANG BERWIRAUSAHA

Oleh:
Akrom Khasani, dkk

Dipresentasikan dalam kuliah Hadits Tarbawy

I.         PENDAHULUAN
Bekerja bagi setiap orang merupakan satu kebutuhan, tidak hanya sekedar kewajiban. Hal itu dikarenakan salah satu fitrah yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada manusia adalah bekerja. Bekerja merupakan salah satu upaya setiap manusia dalam rangka untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidupnya. Baik itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan yang bersifat jasmani, seperti makan, sandang, papan, maupun kesenangan.